Jumat, 24 Juni 2011

Antisipasi Gempa Bumi

Mungkin postingan gue yang satu ini gak nyambung sama postingan gue yang sebelum"nya yang kebanyakan ngocol. Postingan gue yang satu ini cuman rada kesel aja sama guru geografi gue (sebut saja namanya Bunga). Gue udah bikin susah" eh tapi gak jadi dikumpulin. Yaudah deh gue tulis aja di sini. Ya barangkali berguna buat kita semua.





Antisipasi Gempa Bumi

Gempa memang bisa datang kapan saja tanpa permisi, tapi yang penting, kita mesti tau apa saja yang harus kita lakukan pada saat sebelum terjadi gempa, pada saat gempa sedang berlangsung, dan juga pada saat gempa telah berlalu. Berikut ini adalah tips dan trik bagaimana cara mengatisipasi apabila terjadi bencana gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa Bumi

a. Kunci Utama adalah
1. Kita harus tahu apa itu yang disebut gempabumi
2. Kita harus bisa memastikan bahwa struktur dan letak rumah kita dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempabumi (longsor, liquefaction dll)
3. Kalo struktur dan letak rumah kita rawan terkena gempa, kita bisa mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan kita agar terhindar bahaya gempabumi
b. Kenali lingkungan tempat kita bekerja dan tinggal
1. Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, jadi kalo terjadi gempabumi, kita sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung.
2. Belajar melakukan P3K (kalo anak PMR sih pasti udah jago)
3. Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran
4. Mencatat nomor telpon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi
c. Persiapan Rutin pada tempat kita bekerja dan tinggal
1. Perabotan (Lemari, Cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (di paku/ di ikat dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi
2. Menyimpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah, agar terhindar dari kebakaran.
3. Selalu mematikan air, gas dan listrik apa bila sedang tidak digunakan
d. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material
1. Jadi aturlah benda-benda yang berat sebisa mungkin berada pada bagian bawah.
2. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi (seperti: lampu dll)
e. Alat yang harus siap sedia
1. Kotak P3K
2. Senter/lampu Battery
3. Radio
4. Makanan Suplemen dan Air
f. Dengarkan informasi
Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Kita dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Pada Saat Terjadi Gempa Bumi
a. Saat berada di dalam kendaraan
1. Di dalam mobil
Mobil bukan tempat yang aman untuk berlindung saat gempa. Karena kita tidak tahu seberapa kuat atap mobil kita kuat untuk menahan runtuhan bangunan atau benda yang jatuh menimpa kita. Jadi bila terjadi gempa, hindari jembatan, jalan layang, dan parkir di gedung tinggi, lebih baik kita cepat-cepat keluar dari mobil dan meringkuk di sebelah mobil kita. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
2. Di dalam kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga kita tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikaplah tenang mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
b. Saat berada di gedung bertingkat

Jika kita sedang asyik berada di dalam bangunan lalu terjadi gempa, bersikaplah tenang dan lindungi kepala dan badan kita dari reruntuhan bangunan dengan cara meringkuk di samping meja, samping tempat tidur, atau di samping dinding. Dan janganlah bertindak bodoh dengan turun melalui lift. Tau sendiri lah gimana tidak amannya konstruksi lift pas gempa. Turun melalui tangga darurat juga belom tentu aman loh. Soalnya, pas gempa, tangga adalah struktur yang paling gampang rusak. Dan tangga bakal berayun terpisah dari bangunan utama.


c. Saat berada di rumah
1. Meringkuk
Liat deh caranya anjing atau kucing berlindung. Ya, mereka refleks mengambil posisi meringkuk kalo terancam bahaya. Nah kita bisa belajar dari dua binatang ini. Soalnya meringkuk atau jongkok adalah posisi paling pas buat bertahan hidup di tempat yang sempit. Jadi bukan tengkurap apalagi belari kesana-kemari tidak jelas.
2. Ngumpet di samping meja atau tempat tidur
Katanya ngumpet di bawah meja atau tempat tidur adalah cara aman untuk meliondungi diri kita pas gempa. Ini tidak sepenuhnya bener. Soalnya kita tidak tahu sekuat apa benda itu bisa menahan reruntuhan. Yang ada badan kita malah tambah remuk nantinya. Jadi lebih baik kalo kita ngumpet di samping meja atau tempat tidur. Karena ruang kosong yang aman ada di samping tempat tidur, bukan di kolongnya. Peraturan ini juga berlaku buat perkakas lainnya. Seperti sofa atau kursi besar.
3. Jangan berdiri dekat pintu !
Jangan berlindung di belakang pintu pada saat bangunan runtuh. Kalo kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut roboh ke depan atau ke belakang, kita akan tertimpa langit-langit atau konstruksi di atasnya. Kalo pintunya roboh kesamping, badan kita yang bakal tertimpa dan terbelah dua sama pintu itu.
4. Berdiri di dekat dinding
Berdirilah di dekat dinding paling luar dari rumah atau di sebelah luarnya kalo memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar rumah daripada didalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar rumah akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri kita tertutup.
5. Deketin kayu
Maksudnya, cari benda-benda tinggi yang terbuat dari kayu buat kita berlindung. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Kalo pun kayu ternyata tetap patah atau runtuh, bakal banyak ruangan kosong yang aman untuk kita meringkuk di sampingnya. Tidak seperti beton atau batu bata yang gampang hancur berkeping-keping dan bobotnya berat.
6. Berlindung di samping tumpukan kertas.
Ruang kosong yang aman juga ada di samping tumpukan kertas. Tapi pastiin dulu tumpukan kertasnya cukup tinggi dan stabil buat kita berlindung di sampingnya. Tumpukan kertas terbukti tidak gampang memadat kalo tertindih beban berat di atasnya.

d. Saat di luar rumah
Lindungi kepala kita dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala kita dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang kita bawa. Carilah area lapang, jauh dari pohon, tiang listrik, jalur kabel listrik, menara ponsel, dinding, mobil dan benda-benda berbahaya lainnya. Posisi di luar gedung memungkinkan kita untuk bermanuver lebih lincah.
SESUDAH TERJADI GEMPA BUMI

a. Jika kita berada dalam bangunan.
1. Keluar dari bangunan tesebut dengan tenang dan jangan heboh.
2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
4. Telpon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada kita atau sekitar kita.
b. Periksa lingkungan sekitar kita
1. Periksa apabila terjadi kebakaran.
2. Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
3. Periksa apabila terjadi arus pendek.
4. Periksa aliran dan pipa air.
5. Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)
c. Jangan masuk kebangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian masih terdapat reruntuhan.

d. Jangan berjalan disekitar daerah gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

e. Mendengarkan informasi mengenai gempa dari radio (apabila terjadi gempa susulan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar