Postingan

Bunga Tidur

(PUISI GEMBEL) Mimpi adalah kunci Hidup berawal dari mimpi Bukan mau nyanyi Bukan mau karaoke sendiri Bermula dari suatu malam di mana aku memimpikan seorang gadis pujaan Tepatnya, gadis yang pernah menjadi pujaan Tepatnya lagi, gadis yang diam-diam masih kujadikan pujaan Jauh lebih tepatnya lagi, gadis yang tak pernah menjadikanku pujaan Mimpi yang berkelanjutan ke dalam percakapan singkat sebuah social media Percakapan pula yang membawa kita kembali tatap muka Film AADC 2 jadi korban janji Studio 6 jadi tempat eksekusi Bangku merah bioskop jadi saksi Sementara Popcorn di sebelah terus digerogoti Sudut Coffee shop jadi tempat dokumentasi Satu Piccolo Latte, Satu Cotton Cheese Cake, Dan satu Peach Lemon jadi bahan konsumsi Tema kegalauan Tema keputusasaan Tema patah hati Semua pembicaraan bertemakan hati Ada apa dengan hati ? Ada apa dengan Cinta ? Ada apa dengan Rangga ? Ada apa dengan Memet ? Kenapa dia bisa menikah dengan Milly ? Jikalau di era...

Pelajaran dari Pacar Pertama (Bagian 1)

Gue selalu suka melakukan ha-hal baru. Seperti menjadi anggota boyband, atau mengikuti kursus bahasa hewan. Aneka kegiatan seperti itu dapat memberikan pengalaman unik tersendiri buat gue pribadi. Dan juga dapat dijadikan cerita yang lucu buat anak cucu gue nanti. Dengan harapan, semoga mereka bisa nerima orang tua seperti gue.             Ngomongin soal pengalaman, gue jadi ingat berbagai pengalaman pertama gue dalam melakukan sesuatu. Gue ingat saat pertama kali gue ikut kompetisi futsal. Waktu itu kelas 6 SD, gue beserta temen-temen sekelas mengikuti ajang class meet yang digelar pihak sekolah. Kelas gue juara satu. Lawan yang gue hancur leburkan waktu itu adalah kelas 1 B. Yap, anak kelas 6 SD melawan anak kelas 1 SD. Gue ingat banget, gue jadi pemain cadangan. Gue ingat saat pertama kali gue buang air besar di celana pada saat kelas 2 SD. Gue ingat saat pertama dan terakhir kalinya gue disunat. Gue juga ingat, saat per...

Benang untuk Seragam SMA Gue

Akhir pekan kemarin, gue menyempatkan diri untuk datang ke sebuah acara wisuda di Balairung Universitas Indonesia. S ebenarnya gue cuman diajak menemani salah seorang sahabat gue untuk bertemu mantan pacarnya yang saat itu menjadi peserta wisuda. Detik itu juga gue langsung teringat ke salah seorang mantan pacar gue yang juga menjadi peserta wisuda.             Sehabis cukup lama mencari-cari di tengah ribuan orang, sosok yang dinantikan akhirnya ketemu juga. Yaitu mantan pacar gue. Amanda namanya. Dia muncul dari kerumunan peserta wisuda lainnya. Bersama pacar barunya. Setelah dikenalkan secara singkat, gue ngobrol-ngobrol sedikit bersama Amanda. Mengucapkan selamat, serta bertanya ini itu. Sekejap, bayangan di otak gue kembali ke masa lalu. Di saat gue pertama kali bertemu Amanda. Di saat gue pertama kali kenal Amanda. Di saat gue menjadi pacarnya Amanda. Di saat gue putus dengan Amanda. Dan berbagai cerita lainnya yang per...

Wacana (Cerpen)

Oleh: Avingga Dea Yunanda “W oy Ngga ! Kemaren lo jadi nonton pensi di Senayan sama Rama ?” pertanyaan Ray mengagetkan Rangga yang baru saja sampai di kelas dan hendak menuju bangkunya.             “Enggak. Si Rama katanya tiba-tiba enggak punya duit.” jawab Rangga dengan nada kecewa. “Lo sendiri, jadi lari pagi sama Putra ?”             “Enggak juga. Si Putra kabarnya lagi sakit gitu.”             Rangga, Ray, Rama dan Putra memang sudah sobatan sejak masih SMP. Kini mereka semua (kecuali Putra) sekelas lagi di kelas XI SMA. Berbeda dengan ketiga temannya yang di jurusan IPS, Putra justru lebih memilih jurusan IPA. Katanya sih mau jadi saingannya Dokter Boyke.             “Si Rama mah ngomong doang. Dari SMP dia udah sering kaya gitu.” Ray menimpali denga...

Cerita Di Balik Hujan

"Ebuset !! Hujan mulu tiap hari. Bikin ribet. Bini ngomel mulu gara-gara gabisa ngejemur pakean. Anak kerjaannya main ujan mulu bikin becek rumah. Kesel gue !!". Sekilas gue mendengar sebuah keluhan dari seorang bapak-bapak setengah gendut yang enggak kece di dalam sebuah angkot. Bapak-bapak setengah gendut yang enggak kece tersebut curhat sama si supir angkot. Gue secara gak sengaja mendengarkan. Dan menurut gue wajar-wajar aja sih kalo ada yang ngomel-ngomel gara-gara kehujanan macam si bapak-bapak setengah gendut yang enggak kece itu. Musim hujan memang bisa mendatangkan masalah, namun juga bisa membawa kenangan (eaaa galau).             Tapi ya yang namanya musim hujan ya udah pasti turun hujan dan serba basah. Kalo musim hujan turun salju nah itu baru aneh. Lagian di Indonesia ini kan gak ada salju. Tapi ada sih salju. Tapi cuman di puncak gunung Jayawijaya doang. Kalo pengen ke sana kan jauh dari rumah gue. Mesti naik angko...